d0n't jUdge tHE b00k by iTs c0ver
Saturday, August 15, 2009
Mencoba Berbijak Diri
Pagi ini aku sempat katakan,"Mungkin ini salahku" di status facebook ku. Ya. Selalu saja aku merasa begitu. Karena seringkali masalah ini dihadapkan dengan kebohongan besar antara aku dan "beliau". Salah siapa dia nutup-nutupin duluan. Padahal dulu dia sempet semangat banget bilang kalo mo curhatin ini ke aku. Tapi, no problem. Mungkin saat ini dia lagi nemuin orang yang bisa dianggap lebih kompeten dan bisa lebih dipercayainya buat menutupi semuanya. Semua yang tidak sinkron antara kata hati dan kenyataan yang menimpanya. Dan ironisnya dia tetep ga mau ngakuin dan merasa lebih nyaman bersembunyi di bawah selimut dengan pengamanan dari pembelaan teman-teman barunya yang belom begitu tau isi otaknya.
Tuhan, maafkan aku. Sungguh aku ngrasa berdosa sekali. Baru kali ini aku tidak bisa menyampaikan protesku dengan lantang dan keras di depan orang yang [menurutku] salah. Hmm, mungkin akan lebih enak nyebutnya dengan komentar/saran, bukan protes. See!!
Tuhan, maafkan aku kalo dua tahun terakhir ini aku belom bisa menyelesaikan ujianmu yang satu ini. Kalopun memang Engkau masih sanggup memberikan jalan keluar yang terbaik buat keadaan kami ini, tolong segera kirimkan Ya Allah. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang amat memilukan seperti dulu itu Ya Allah.
Fuuiiihh,,
Saturday, July 25, 2009
Backpackering to Solo dan Sekitarnya
Berhubung aku lelet, kebelet bok*r yang ga jadi bo*er akhirnya kita dinyatakan terlambat, dan akhirnya memutuskan buat ambil jadwal pemberangkatan berikutnya. Menurut jadwal yang kami terima adalah jam 9 pagi. Bergegaslah kami saat itu langsung ke stasiun lempuyangan. Dan ternyata kami syok dibuatnya. Karena yang kami temukan adalah antrian panjang untuk beli tiket. Untungnya mbok dhe rahma sempet nanya ke orang depan kami. Ternyata kami salah antri loket. Acem!! Tau gitu kita langsung lari cepet-cepet ke loket yang dimaksud bener. Dan bodohnya lagi, udah tau di depan loket udah ditulis gede-gede kalo pembelian karcis prameks dilayani mulai jam 10 pagi, kita tetep aja nekat nanya ke satpam yang berdiri ga jauh dari loket itu. Ya jelas laaah, kita tetep suruh nunggu ampe loket buka, dan itu artinya bikin kegiatan backpacker-an kami itu tertunda pemberangkatannya.
Jam 10 pagi pun akhirnya kereta kami berangkat. Dan persinggahan pertama kami adalah kota Solo. Kami turun di stasiun Purwosari Solo dan kemudian jalan kaki mencari alamat seorang teman yang beberapa minggu lalu selesai melahirkan. Niat kami selain mampir, juga skalian menjenguk bayi cewek yang gendut lucu itu. Hweee.
Lepas jam 2 siang setelah menunggu lama di masjid Agung Keraton Surakarta jemputan kami telah datang dan siap mengantarkan kami ke karanganyar, yang bisa ditempuh kurang lebih selama 45 menit itu.
Setelah mampir sana sini untuk solat dan mengunjungi tempat teman, selepas adzan magrib kami sampai di homestay kami selama di karanganyar. Rumah yang serba sederhana dibandingkan rumah keseharian kami. Maklum, buat kami yang ngaku-ngaku backpacker kali ini tempat itu sudah cukup representatif buat bermalam.
Hari 1
Subuh, kegiatan didapur sudah dimulai. Dan tak lama pintu kamar kami diketuk. 2 gelas kopi tubruk panas diantar. Ciyall. Aku kan sekarang udah ga ngopi. Tapi, apa boleh buat. Karena air minum di botol kami telah habis, jadi selepas makan aku nekat aja minum kopinya. Ternyata cmn tahan sampe 1/4 gelas ajah. :(
Sarapan kami pun hanya seadanya. Cuman nasi bungkus[namanya lupa, semacam rames gitu].
ki-ka : kopi tubruk, sarapan, camilan
Jam 9 pagi jemputan kembali datang. Kami melanjutkan pelancongan kami ke daerah tawangmangu. Hmm, Candi Sukuh dulu tepatnya. Bukannya lokasinya yang kami tuju terlalu jauh, tapi mampirnya itu loh. Belom nyampe sukuh aja kami udah laper lagi. Entah sarapan paginya yang [amat sangat] kepagian buat kami atau memang kami yang perut kadut, tapi di jalan sekitar hampir dzuhur kami mampir makan lagi di sebuah warung.
ki-ka : lauk-pauk di meja kami, pilihan menu makan, warung tempat kami berhenti
Sekitar 4 jam kemudian setelah berangkat dari homestay, kami sampai di Candi Sukuh. Gilak. Keren tur saru. Wkwkwkwkwkk. Kami poto-poto deh.[poto selengkapnya bisa dilihat di facebook kami. Dan info selengkapnya tentang Candi Sukuh bisa dilihat disini.
Menyadari keberadaan pengunjung candi tinggal rombongan kami, akhirnya kami lanjutkan perjalanan ke air terjun Grojogan Sewu Tawangmangu. Tak mau rugi kami puas-puaskan berfoto-ria disana. Tepat jam setengah lima sore sesuai dengan yang dipesankan bapak penjaga karcis. Cukup memuaskan fotonya. Sebagian sudah kami upload ke facebook.
Perjalanan kami lanjutkan menuju rumah tinggal kami. Sampai disana ternyata sudah jam 8 malam. Dan ternyata rumah tinggal kami itu kosong. Para penghuni lain belom sampai rumah. Jadi akhirnya aku dan mbak ku putuskan buat langsung mandi, daripada tar ngantri. Heheheh. Sehabis mandi, waktu engga terasa udah hampir jam 12 malem kami lewatkan dengan menunggu bapak ibu pulang sambil main kartu. Dan ternyata pulang-pulang bapak ibu pemilik rumah langsung ngajak kami pergi keluar makan. Damn, makan lagi!?!?!
Ya, akhirnya mobil kami berangkat dan berhenti di sebuah warung. Mereka se menyebutnya itu warung nasi Kari. Meskipun udah engga punya selera makan, aku masi punya rasa penasaran. Begitu mangkoknya sampai di depan mukaku, aku mulai ragu untuk memakannya. Aneh [oups, sori!]. Aku bilang se makanan ini nanggung. Soto bukan, gule bukan, opor juga bukan. Semacam soto tapi berkuah santan encer.
ki-ka : gerobak kari, hidangan kari, mangkok-ku, rombongan kami
Apapun itu, akhirnya kumakan juga. Sampai rumah langsung tepar, soalnya takut esok paginya ga bisa bangun buat ngejar kereta yang pagi. Walhasil, benar saja. Gara-gara telat 1 menit saja, kereta itu ga kekejar. Kamipun menunggu pemberangkatan selanjutnya satu jam berikutnya.
Damn!!
Tapi, setelah dihitung-hitung, pengeluaran kami berdua hanya 142.000 rupiah saja. Sudah termasuk makan, fee masuk lokasi wisata, dll. Hemat to??
Tuhan, aku bosan!!
Yaaa, sekarang apa lalu aku masih disalahkan kalo aku masi selalu mengandalkan keegoisanku?? kamu terlalu baik rika. terlalu baik untuk dibohongi mereka semua. Terlalu baik untuk dipermainkan mereka semua. sadarlah, segera. Kehidupan bersama itu bukan kunci adanya keeratan hubungan ini. Maka, jalanlah sendiri. Kalo sudah begini, apa masih ada yg mau membuka tangan selebar aku membuka tanganku untuk mereka saat mereka membutuhkanku? Masih ada kah yg mau aku ajak sekedar pergi untuk melepaskan penat. Hmmm, aku sudah tau pasti apa jawabannya. Sori rik, aku ada rapat. Sori rik, aku capek. Sori mbak, aku mo keluar sama cowokku. Sori, aku lagi sibuk ngurusin skripsiku. Sori jeng, aku lagi ga bisa kluar. Blahblahblah.
Hpppfff. Sudahlah. Memang sepertinya aku tidak bisa terlalu berharap banyak pada kalian. Malahan, sebenarnya mungkin aku sudah diingatkan-Nya sejak lama.
Tuhaaaaaaannn.
Bolehkah aku minta diberikan dunia yg baru?? Yg lebih buruk ato malah yg lebih baik dari ini?? Hmm, jangan Tuhan, klo Kau berikan yg lebih baik dari ini niscaya Kau akan berikan badai cobaan yg lebih berat. Aku sudah bosan Tuhan. Aku sudah bisa menebak akhir dari semuanya. Aku yg sudah terlalu pintar menghadapinya, ato kah orang-orang disekitarku yg masih bebal terperangkap dengan keegoisan duniawi mereka[I mean, cinta or sumthin' else].
Aku sudah bosan Tuhan.
Aagh, sudahlah Tuhan.
Aku mo tidur saja.
Wednesday, July 15, 2009
AngkringanHotspot
Tadinya sore ini mau ketemuan sama temennya Ririn, udah aku sms ternyata engga ada balesan. Jadi aku sama Galih tunggang langgang aja ke SS Pandega, dinner!
Sampe selese makan pun sms dari Irman[temen Ririn.red] belon bales. Akhirnya kita putusin buat ngancel ketemuan sama dia dan beranjak ke jl. Palagan Tentara Pelajar KM. 9, ngangkring dengan free hotspot[lagi lagi!!]
Sejauh ini aku comfort sama tempatnya. Wah, rekomen ini tar kalo ada yg mo ngajakin hotspotan. Outdoor se. Tapii yaaa kalo angkringan ga outdoor yaa ga asik. Sayangnya aku ga bisa ambil gambar disini. Cahayanya kurang kalo mo jepret poto disini.
Sementara itu, lagi asik maen twitter sama Ayu, trus buka KL-forum, sama nge-blog. Kegiatan lama yang mengasikkan yang masih selalu aku rindukan. :)
Monday, September 22, 2008
Senang Juga Membagi Pizza Dengan Anda!!
Sepertinya belum beranjak siang ketika aku datangi hotel sederhana tempat Koer dan MF menginap malam itu. Aku temukan mereka sedang duduk di sebuah ruang dekat teras yang rupanya setelahnya kuketahui kamar mereka berada tepat bersebelahan dengan tempat mereka duduk saat itu. Serasa sudah seperti teras mereka sendiri saja. Dengan dua kursi ukuran 1 orang duduk, 1 buah kursi panjang dan sebuah meja yang semuanya terbuat dari kayu, akhirnya aku keluarkan laptop. Setelah klik sana-sini rupanya aku dan MF tidak berhasil masuk ke salah satu 'saluran' yang ada. Dan akhirnya kami pun mengurungkan niat untuk berinternet-gratis-ria disana.
Kursipun kami majukan lebih dekat dengan balkon atas, tak jauh dari tempat duduk kami semula. Sambil mengobrol ringan diselingi bercanda, kami mendengar suara mangkok dipukul dengan sendok. Ternyata sebuah gerobak soto ayam terhenti di tempat parkir hotel kami. Tanpa mengindahkan sisa slice pizza yang kami dapatkan semalam sebelumnya saat pembubaran panitia, aku panggil si abang tukang soto dan memesan 2 mangkuk soto untuk aku dan MF.
Kamar Koer dan MF ini ada di lantai 2 hotel yang harganya hanya seperlima dari hotel bintang 3-4. Membuat kami kemudian tersadar, 'Kasian juga laah abang tukang sotonya bawa-bawa nampan soto naek dengan tangga yang lumayan sempit itu'.
Setelah selesai mengenyangkan perut kami dengan nasi soto yang ternyata lumayan enak itu, aku panggil lagi si abang itu untuk mengambil mangkuk dan membayarnya. Terlihat ngos-ngosan karena naek-turun tangga, kami pun usulkan untuk berikan beberapa slice pizza yang kami pikir sudah tidak akan terjamah oleh kami itu ke abang soto.
Tak disangka-sangka si abang senang bukan kepalang. Bisa jadi baru kali itu dia merasakan makanan yang sering dilihatnya di tivi ato sekedar melihat tulisan dan gambar logonya di jalanan. Kamipun menjadi ikut senang dan merasa lega. Ternyata hanya karena sepotong pizza saja kami bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
